Kondisi terkini pagi ini, Senin (25/11/2024) dari siaran langsung Facebook yang dilakukan akun Facebook Rhyna, tampak rumah AS, kepala desa Onang sangat berantakan, mulai dari kaca jendela yang pecah dan kacanya terhambur, gorden, kursi sofa, peralatan dapur hingga lemari pakaian keluarga AS hancur berantakan dirusak massa yang marah atas kasus itu.
Bahkan, sejumlah karung berisi cengkeh kering yang terdapat di rumah kades AS juga tak luput dari amukan massa yang membuat cengkeh itu terhambur dimana mana.
Namun kondisi pagi ini, sejumlah masyarakat memadati rumah lokasi kejadian itu, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Tampak pula petugas dari kepolisian dan Tentara yang mengenakan seragam dinas dalam video itu.
Terlihat seorang ibu-ibu menyelamatkan barang yang masih bisa diamankan, seperti pakaian dengan memasukkan ke dalam karung.
“Hancur semua. Ini kejadiannya tadi malam, biar springbed (kasur) dirobek juga. Tidak ada tersisa, Allahu Akbar, Astagfirullah, ” ujar pemilik suara dalam video langsung itu.
Tampak, di ruang tamu, titik tewasnya korban Sukaddin, darah masih berceceran dimana-mana, bantal sofa dan kursi juga masih terlihat percikan darah korban. “Masih ada darahnya, ” ujarnya.
“Hancur rumahnya kepala desa, karena mengamuk warga Parabaya. Cengkeh berhamburan,” ujarnya lagi.
Hingga berita ini tayang, rumah kepala desa Onang yang tergolong bagus dan mewah itu berubah menjadi rumah hancur berantakan akibat amukan warga. (*)











