MAJENE – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) terus memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi industri pengolahan kelapa terpadu. Berkolaborasi dengan tim pengabdian Fakultas Teknologoi Industri (FTI) ITB, Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Dinas Kopdagrin Kabupaten Majene, dan SMKN 1 Majene, serangkaian kegiatan pelatihan dan penyerahan bantuan alat produksi digelar berturut-turut pada 30-31 Oktober 2026 di Kabupaten Majene.
Langkah konkret ini merupakan bentuk komitmen nyata Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam mewujudkan Visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” melalui pilar Panca Daya, khususnya Misi 1 (Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan) serta Misi 3 (Pembangunan SDM Unggul dan Berkarakter).
Kegiatan diawali pada Jumat (30/10/2026) di Dapur TUK Boga UPTD SMKN 1 Majene melalui Pelatihan Pembuatan Nata de Coco. Sebanyak 20 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) pengolahan minyak kelapa tradisional dan 35 siswa jurusan Tata Boga SMKN 1 Majene mendapatkan pelatihan intensif mengenai pemanfaatan air kelapa.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari riset dan pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh Tim FTI ITB yang diketuai oleh Nur Faizatus Sa’idah. Dari temuan lapangan di Kelurahan Labuang Utara, Majene, terungkap bahwa air kelapa sisa dari proses pembuatan minyak goreng tradisional sejauh ini hanya menjadi limbah yang terbuang. Melalui sentuhan teknologi dan pendampingan, air kelapa tersebut kini dimanfaatkan menjadi produk pangan bernilai tambah tinggi (nata de coco).
Palaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Koperindag Sulbar, Habibi Azis, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor atau pentahelix ini adalah model ideal dalam membangun ekosistem industri daerah yang mandiri dan berdaya saing.
“Kami mengapresiasi tinggi kolaborasi strategis antara FTI ITB, Unsulbar, Pemkab Majene, dan SMKN 1 Majene. Hilirisasi komoditas kelapa tidak boleh berhenti di tataran wacana. Melalui pemanfaatan limbah air kelapa menjadi nata de coco, kita menciptakan nilai tambah ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus membekali siswa SMK dengan keterampilan wirausaha berbasis teknologi terapan,” ujar Habibi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Sabtu (31/10/2026) di Aula Kantor Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Kopdagrin) Kabupaten Majene. Pada kesempatan ini, dilakukan penyerahan bantuan sarana produksi berupa mesin pengupas sabut kelapa dan alat pemeras santan.
Melalui pelibatan langsung para siswa SMKN 1 Majene, program ini dirancang sebagai jembatan antara dunia pendidikan vokasi dengan dunia usaha/dunia industri (DUDI). Harapannya, para lulusan vokasi di Majene memiliki kesiapan mental dan keterampilan teknis untuk menjadi wirausahawan muda di bidang pengolahan kelapa terpadu.
Dinas Koperindag Sulbar berkomitmen untuk terus mengawal keberlanjutan program ini, mulai dari aspek diversifikasi produk, hingga fasilitasi akses pasar bagi para pelaku IKM dan wirausaha muda di Sulawesi Barat.












