NTT, 17 Agustus 2026 — Aktivitas kegempaan masih terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa besar yang mengguncang kawasan Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), salah satu gempa berkekuatan magnitudo 5,0 tercatat pada Senin, 17 Agustus 2026 pukul 08.46 WITA. Pusat gempa berada sekitar 40 kilometer timur laut Mbay Nagekeo, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Koordinat episenternya berada di sekitar 8,38 derajat Lintang Selatan dan 121,52 derajat Bujur Timur.
Gempa tersebut terjadi di tengah aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung setelah gempa besar di wilayah Nagekeo pada 15 Agustus.
Gempa Besar M7,7 Sebelumnya
Pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB, wilayah Flores, NTT, diguncang gempa tektonik yang setelah pemutakhiran parameter BMKG memiliki kekuatan M7,7.
Episenter gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut sempat memicu peringatan potensi tsunami untuk sejumlah wilayah di NTT, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.
BMKG kemudian melakukan pemantauan terhadap kondisi muka laut dan perkembangan gempa susulan. Analisis BMKG juga menunjukkan bahwa kawasan Mbay dan sekitarnya masih mengalami aktivitas kegempaan setelah gempa utama tersebut.
Warga Diminta Tetap Waspada
Munculnya gempa-gempa susulan merupakan kondisi yang dapat terjadi setelah gempa besar. BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah NTT dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai prediksi gempa atau tsunami.




