Mamuju  

Hangat dan Emosional: Warga Sampaga Padati dan Sambut Kunjungan Kerja Pemkab Mamuju

SAMPAGA – Momentum bulan suci Ramadan 1447 H kembali menjadi saksi kuatnya ikatan batin antara Pemerintah Kabupaten Mamuju dan masyarakatnya. Sabtu (10/03/2026), suasana di halaman Masjid Besar Al-Quba, Desa Bunde, Kecamatan Sampaga, berubah menjadi lautan manusia. Lebih dari seribu warga dari berbagai desa memadati lokasi untuk menghadiri kegiatan buka puasa bersama dalam rangkaian Kunjungan Kerja (Kunker) Pemerintah Kabupaten Mamuju.

Sejak sore hari, warga mulai berdatangan. Orang tua, pemuda, hingga anak-anak tampak berbaur dalam suasana penuh kebersamaan. Senyum dan sapaan hangat mewarnai pertemuan yang bukan sekadar agenda resmi, tetapi menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

Simbol Harmoni dan Kolaborasi

Kehadiran rombongan Tim Safari Ramadan yang dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Jufri Badau, mewakili Bupati Mamuju, disambut dengan antusias luar biasa oleh masyarakat.

Camat Sampaga, Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa kemeriahan tersebut bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan cerminan kuatnya kebersamaan warga dalam mendukung pembangunan daerah.

“Sambutan hangat masyarakat hari ini adalah wujud komitmen dan kecintaan warga Sampaga terhadap daerahnya. Persatuan dan kekompakan ini menjadi kekuatan besar dalam mendukung keberlanjutan pembangunan dan pemerintahan yang baik,” ujar Muhammad Yusuf.

Menurutnya, kekompakan masyarakat Desa Bunde dan seluruh warga Sampaga merupakan hasil dari semangat gotong royong yang terus dipelihara.

Baca Juga  Gas Elpiji di Mamuju Langka, Disdag dan Pertamina Sidak Pangkalan

Apresiasi Tinggi bagi Kekompakan Warga

Dalam sambutannya, Jufri Badau juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Mamuju yang berhalangan hadir karena agenda penting lainnya. Meski demikian, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Sampaga.

“Selama sepekan kami berkeliling melakukan kunjungan kerja di berbagai kecamatan, dan Sampaga menunjukkan antusiasme yang sangat luar biasa. Ini bukti bahwa kepemimpinan di tingkat kecamatan mampu membangun kebersamaan yang kuat. Ingatlah, kunci keberhasilan pembangunan di Mamuju adalah kebersamaan kita semua,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan warga yang memenuhi halaman masjid.

Baca Juga  Genjot Kinerja Forum Kepatuhan, Pemkab Mamuju Perkuat Ekosistem Perlindungan Pekerja

Momen Haru di Masjid Hidayatul Muchtar

Usai berbuka puasa bersama, rombongan melanjutkan agenda dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Hidayatul Muchtar, Dusun Bunde. Kehadiran pemerintah di tengah jamaah menghadirkan suasana haru dan penuh kehangatan.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Lalu Muhammad Jongqi Dausat, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada pemerintah daerah serta pihak perbankan yang memberikan perhatian kepada rumah ibadah mereka.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Bank Sulselbar atas kepeduliannya terhadap pembangunan masjid ini. Semoga kepemimpinan daerah ini senantiasa diberi kekuatan dan keberkahan dalam mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya, yang langsung diamini oleh ratusan jamaah.

Suasana semakin emosional ketika Jufri Badau menyampaikan pesan khusus dari Bupati Mamuju tentang pentingnya menjaga ukhuwah dan persatuan. Saat menceritakan refleksi perjalanan pengabdiannya dalam melayani masyarakat, ia tak kuasa menahan haru. Momen itu menjadi gambaran nyata kedekatan emosional antara pemerintah dan rakyat yang dilayani.

Baca Juga  Tingkatkan Daya Saing Daerah, Musrenbang Bonehau 2026 Fokus pada Infrastruktur dan Optimalisasi PAD

Kehadiran yang Menghadirkan Solusi

Kunjungan kerja ini juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga membawa solusi nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan bantuan pembangunan masjid untuk dua kecamatan, yakni Tommo dan Sampaga, yang disalurkan melalui pimpinan Bank Sulselbar yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Penyerahan bantuan ini menjadi penutup yang penuh makna. Malam itu bukan hanya tentang buka puasa bersama, tetapi tentang hadirnya pemerintah yang mendengar, merangkul, dan berjalan bersama rakyat.

Di tengah lantunan doa dan kebersamaan Ramadan, Sampaga sekali lagi menunjukkan bahwa kekuatan sebuah daerah lahir dari persatuan warganya—dan dari pemimpin yang hadir dengan hati untuk melayani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *