Lalu, penyegelan dilakukan oleh sejumlah pekerjanya dikarenakan proyek pembangunan itu hingga kini belum dibayar oleh pihak Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Kontruksi Wilayah Sulawesi Barat, meski pekerjaan sudah selesai pengerjaannya.
Namun setelah selesai dikerjakan, biaya belum diserahkan hingga saat ini. “Kami juga sudah menanyakan pembayaran ke pihak Balai, jawabannya sudah diambil pak Aslan direktur PT Karya Menembus Batas yang saat ini belum diketahui keberadaannya,” ujar Amran.
Sebelumnya, ia pergi menemui pihak Balai di Mamuju untuk memperjelas soal pencairan dana, lantaran pekerjaan pembangunan Food Court dan Toilet yang ia kerjakan sudah mencapai 100 persen.











