Daerah  

Gubernur Sulbar Pimpin Rapat Pembahasan MoU SPAM Regional Majene-Polman Senilai Rp300 Miliar

Gubernur Sulbar: SDK

MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, memimpin rapat pembahasan draft nota kesepakatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional Majene–Polewali Mandar (Polman), Jumat, 20 Februari 2026.

Rapat tersebut digelar untuk membahas sejumlah poin dalam draf Memorandum of Understanding (MoU) yang dinilai belum sepenuhnya menciptakan rasa keadilan bagi kedua kabupaten.

Gubernur Suhardi Duka menegaskan, proyek SPAM regional tersebut merupakan proyek strategis nasional sekaligus kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya dalam penyediaan air bersih bagi Kabupaten Majene dan Polman.

Baca Juga  Pemkesra Sulbar Serahkan Surat Keputusan Gubernur Terkait PAW Pimpinan DPRD Pasangkayu

“Ini proyek strategis nasional dan menjadi kebutuhan masyarakat, yaitu pengadaan air bersih yang mencakup dua kabupaten, Majene dan Polman, dengan nilai kurang lebih Rp300 miliar,” ujar Suhardi Duka.

Namun demikian, ia mengakui saat ini terdapat hambatan pada aspek kesepakatan kerja sama antar daerah. “Saat ini ada hambatan karena MoU-nya belum menciptakan rasa adil di dua kabupaten. Karena itu saya panggil hari ini dan meminta supaya kita tiba pada satu titik yang sama-sama menguntungkan,” tegasnya.

Baca Juga  Biro Organisasi Setda Sulbar Fasilitasi Verval Data Capaian Kinerja Perangkat Daerah Tahun 2025

Menurutnya, dalam proyek strategis tersebut tidak boleh ada pihak yang merasa dirugikan. “Tidak ada yang lose, semua harus untung,” pungkas Suhardi Duka.

Gubernur Suhardi Duka pun meminta agar rancangan MoU yang disusun oleh balai terkait dikaji secara cermat, termasuk menyampaikan keberatan jika terdapat poin yang dinilai belum sesuai.

Baca Juga  Harga TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra Periode Februari 2026 Sebesar Rp 3.179,72 Per Kilogram

“Saya minta supaya rancangan MoU dari balai itu dipelajari. Kalau memang ada yang diprotes, sampaikan apa yang diprotes, nanti kita rapatkan kembali,” tuturnya.

Ia berharap, melalui pembahasan lanjutan, kedua pemerintah kabupaten dapat mencapai kesepakatan bersama demi kelancaran proyek SPAM regional tersebut, sehingga manfaat penyediaan air bersih dapat segera dirasakan masyarakat di Majene dan Polman. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *