MAMUJU— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus mengintensifkan pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta potensi sebaran kabut asap. Upaya ini dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana, untuk memperkuat kesiapsiagaan dan memastikan pelayanan kepada masyarakat terdampak kekeringan berjalan optimal.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa pemantauan kondisi wilayah dan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan bencana di Sulawesi Barat.
Berdasarkan Laporan Harian Tim III Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan BPBD Sulbar periode 19 Oktober 2026 pukul 07.00 WITA hingga 20 Oktober 2026 pukul 07.00 WITA, petugas posko melaksanakan pemantauan perkembangan data kejadian karhutla melalui tautan pelaporan dan situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), khususnya terkait prakiraan cuaca, titik panas (hotspot), serta potensi sebaran kabut asap.
Dalam laporan tersebut, tidak terdapat kejadian kebakaran hutan dan lahan yang dilaporkan selama periode pemantauan. Meski demikian, BPBD Sulbar tetap melakukan pemantauan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya titik api dan perubahan kondisi cuaca.
Selain pemantauan, Tim III BPBD Sulbar juga melaksanakan pelayanan pendistribusian air bersih di Kelapa Tujuh, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju. Berdasarkan laporan posko, petugas menerima laporan pada pukul 16.00 WITA, memulai pelayanan pukul 17.35 WITA, dan menyelesaikan kegiatan pada pukul 20.25 WITA dengan total air bersih yang disalurkan sebanyak 6.000 liter.
Kegiatan tersebut didukung satu unit mobil tangki air bersih dan personel Tim III yang bertugas selama 24 jam. Dukungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kering.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla dan kekeringan, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, menggunakan air secara bijak, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana.
#PemprovSulbar #GubernurSulbar #GubernurSuhardiDuka #bpbdsulbar #bpbdsulawesibarat #sulbartangguh
Naskah :












