Mamuju  

Hari Anak Nasional di Mamuju Diisi Pengukuhan Forum Anak hingga Seruan Stop Perkawinan Anak

MAMUJU – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Mamuju berlangsung meriah di Lapangan Kantor Bupati Mamuju, Senin (3/8/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Mamuju itu memadukan agenda seremonial dengan penampilan seni dari anak-anak. Acara dibuka dengan Tari Kolosal Sekomandi dan Tari Etnis, dilanjutkan pembacaan doa serta laporan Ketua Panitia oleh Kepala Dinas PPPA Kabupaten Mamuju Hj. Masithah Syamsuddin, S.Pd., MM.

Salah satu agenda utama dalam peringatan HAN tahun ini adalah pengukuhan Pengurus Forum Anak Kabupaten Mamuju Periode 2026–2028. Pengukuhan dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Mamuju Abd. Rasyid, SE. yang hadir mewakili Bupati Mamuju. Usai dikukuhkan, perwakilan Forum Anak membacakan Suara Anak Indonesia sebagai bentuk penyampaian aspirasi anak-anak Mamuju terhadap pembangunan daerah yang ramah anak.

Baca Juga  Festival Nelayan Mamuju Keren Sukses Digelar, Tegaskan Komitmen Pemberdayaan dan Perlindungan Hukum di Kampung Nelayan Merah Putih Sumare

Dalam kesempatan itu, Asisten I juga membacakan sambutan tertulis Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH., M.Si. Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Anak” dengan subtema “Stop Perkawinan Anak : Biarkan Aku Tumbuh dan Meraih Impian”, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat perlindungan terhadap anak.

Baca Juga  Lempar Air Gelas, Cara Warga Padamkan Api Kebakaran di Topore

“Anak-anak adalah pemilik masa depan. Di tangan merekalah nasib daerah dan bangsa ini dititipkan. Perkawinan anak adalah bentuk pelanggaran terhadap hak dasar anak. Ketika anak dinikahkan di usia dini, hak mereka untuk belajar, bermain, tumbuh berkembang, serta memperoleh perlindungan dari kekerasan terenggut secara paksa,” demikian sambutan Bupati yang dibacakan Asisten I. Dalam sambutannya, Bupati juga menyoroti dampak perkawinan anak yang dapat meningkatkan risiko stunting, putus sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, hingga memperpanjang rantai kemiskinan.

Baca Juga  Sinergi Hebat Pemkab Mamuju dan Bank Indonesia Sukseskan Madrasah Fair 2026, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Berkelanjutan

Suasana peringatan HAN semakin semarak melalui berbagai penampilan kreativitas anak, mulai dari drama yang dibawakan Forum Anak Kabupaten Mamuju, tari dari siswa SD Inpres Rangas, pantomim oleh siswa SD Rimuku, penampilan solo vokal, hingga jinggle bersama yang menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan.

Peringatan Hari Anak Nasional di Kabupaten Mamuju menjadi momentum untuk menguatkan komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *