MAMUJU– Minggu (19/7/2026) Rangkaian “Festival Nelayan Mamuju Keren” yang berlangsung meriah di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sumare, Desa Sumare, Kabupaten Mamuju, resmi ditutup dengan sukses. Lebih dari sekadar perayaan, festival ini menjadi momentum penting yang meneguhkan kawasan pesisir tersebut sebagai pusat pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, dan kepastian hukum bagi komunitas nelayan di Sulawesi Barat .
Perhelatan yang digelar di kawasan KNMP yang mulai beroperasi pada pertengahan 2026 ini diwarnai dengan berbagai kegiatan strategis, mulai dari pameran produk perikanan unggulan, dialog interaktif, hingga peresmian fasilitas publik yang krusial bagi nelayan . Festival ini menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan.
Sorotan utama dari festival ini adalah peluncuran Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Khusus Komunitas Nelayan. Inisiatif kolaboratif antara Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat ini dihadirkan untuk memberikan akses keadilan yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat pesisir .
Kepala Kanwil Kemenkum Sulbar, Saefur Rochim, menyatakan bahwa Posbankum ini merupakan perwujudan kehadiran negara di tengah masyarakat nelayan. “Kami ingin memastikan masyarakat pesisir memiliki kepastian hukum dalam menjalankan profesinya. Mulai dari perizinan usaha hingga sengketa kelautan, nelayan tidak perlu lagi merasa khawatir,” ujarnya dalam sambutan peresmian .
Senada dengan itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, Syafrudiin DM., menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. “Langkah ini sangat strategis. Dengan adanya kepastian hukum, kami optimistis produktivitas nelayan akan meningkat. Mereka bisa fokus pada usaha dan pengelolaan sumber daya laut tanpa terbebani masalah hukum yang rumit,” komentarnya.
Sebagai representasi dari penerima manfaat langsung, Ketua Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sumare, Lukman, menyambut baik hadirnya Posbankum. “Kami sering menghadapi kendala, terutama soal legalitas dan akses permodalan. Dengan adanya pendampingan hukum ini, kami merasa lebih terlindungi dan memiliki kekuatan untuk bernegosiasi dan mengembangkan usaha. Ini adalah angin segar bagi kami semua di kampung nelayan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, menekankan bahwa festival ini dan berbagai program di dalamnya merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menguatkan ekonomi kerakyatan. “Kami terus mendorong pemanfaatan teknologi dan pendampingan intensif. Sinergi antara penyuluh, pemerintah, dan lembaga hukum ini adalah kunci untuk mewujudkan Mamuju yang Keren, maju, dan sejahtera,” ujarnya .
Selain fokus pada perlindungan hukum dan pemberdayaan ekonomi, festival ini juga mengusung aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove dan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), yang bertujuan menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan meningkatkan gizi masyarakat .
Dengan suksesnya Festival Nelayan Mamuju Keren dan kehadiran Posbankum, diharapkan KNMP Sumare dapat menjadi percontohan nasional dalam integrasi antara pemberdayaan ekonomi, perlindungan hukum, dan pelestarian lingkungan bagi komunitas nelayan di Indonesia.












