Kolaborasi Eksekutif Yayasan Karampuang dan Pemda Majene Tangani Anak Tidak Sekolah

Direktur Eksekutif Yayasan Karampuang Ija Syahrini bertatap muka dengan seluruh undangan pengurus desa Se-kabupaten Majene, Kamis (2/5/2024)
Direktur Eksekutif Yayasan Karampuang Ija Syahrini bertatap muka dengan seluruh undangan pengurus desa Se-kabupaten Majene, Kamis (2/5/2024)

MAJENE-SOROTMAMMIS.COM- Direktur Eksekutif Yayasan Karampuang melaksanakan kegiatan panduan anak tidak sekolah (P-ATS) di aula BPMP Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (2/5/2024).

Hadir langsung Asisten dua , Kadis Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Masyarakat Membangun Desa (PPMD), PJ Disdikpora Misbahuddin, Konsultan dalam Negeri dan seluruh aparat desa Se-kabupaten Majene.

Baca Juga  Viral di Sosmed, Aliran Listrik Dispora Majene Diputuskan Pihak PLN

Kegiatan ini buka oleh, asisten satu pemerintah Kabupaten Majene Drs H Mustamin menyampaikan permasalahan yang teridentifikasi dikelompokkan menjadi tiga komponen yaitu Pendataan, Pengembalian Anak Tidak Sekolah kembali bersekolah, dan Pencegahan Anak Tidak Sekolah.

Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan percepatan penanganan anak tidak sekolah (PPATS), selanjutnya dilakukan analisis lanjut untuk menentukan prioritas permasalahan berdasarkan kriteria mendesak, masalah utama, penyelesaian masalah, dan efektivitas.

Baca Juga  Ada Rencana Pemprov Sulbar Soal Tambahan Tunjangan Gaji Guru 2025, Ini yang Dilakukan

Kemudian dilakukan perumusan identifikasi masalah dan perangkingan permasalahan yang telah disepakati dalam bersama, dilakukan perumusan alternatif kebijakan untuk menjawab permasalahan tersebut.

Dilain pihak, Direktur eksekutif Yayasan Karampuang Ija Syahrini mengatakan kegiatan ini merupakan suatu tindakan yang akan dilakukan untuk penanganan anak tidak sekolah.

Baca Juga  Praktek Safety Riding Tata Cara Berkendara Satlantas Res Polres Majene Bersama Pemuda Di Lingkungan Leppe

Dimulai dari tingkat desa Se-kabupaten Majene, agar mendata anak-anak yang tidak sekolah.

Lanjutnya, dari Desa akan melaporkan ke Pemerintah Kabupaten Majene.

Ija Syahrini berharap betul-betul bisa memfasilitasi anak-anak yang tidak sekolah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *