Opini  

Menghitung Hari Jelang: Marhaban Ya Ramadhan

Alquran tertua banggae

Catatan Jajat MM

Setiap tahun ramadhan pasti akan datang, seiring dengan itu yang dikunjungi pun pasti masih ada wajah lama, namun ada pula yang sudah pergi atau telah wafat;

Karena itu patutlah kita bersyukur kepada Allah Subhana Wa Ta’ala karena masih diberi waktu untuk bertemu dengan Ramadhan, Alhamdulillah;

Marhaban ya ramadhan, selamat datang bulan ramadhan yang penuh rahmat, ahlan wasahlan ya syahrul mubarak, bulan penuh keberkahan yang didalamnya sarat dengan amalan ibadah yang nilai pahalanya berlipat-lipat ganda;

Perintah shaum terabadikan dalam Al Qur’an surah Al Baqarah (QS 2:183-187), yang pada intinya diawal ayat menyebutkan, bahwa diserukannya kepada seluruh insan yang beriman untuk melaksanakan shaum atau puasa dibulan ramadhan agar memperoleh derajat ketaqwaan sebagai insan paripurna didunia dan Insya Allah akan mendapatkan rahmat diakhirat kelak, yang mana ketika memasuki surgaNya nanti akan melewati gerbang khusus, spesial dan istimewa bernama Ar Rayyan;

Ya selain shaum (puasa) itu sendiri sebagai kewajiban setiap muslim, juga ada syi’ar sholat tarawih, boleh memperbanyak zakat, infaq, sadaqah (zis), dapat pula meningkatkan frekuensi dzikir dan do’a, serta intensnya sholat malam atau qiyamullail utamanya disepuluh malam terakhir, belum lagi tadarrus dan tadabbur Al Qur’an, dimana pada bulan ramadhanlah turunnya wahyu pertama dan sebagian firman-firman Allah berikutnya;

Baca Juga  Tenun Sekomandi, Ikon Budaya Mamuju Menuju Panggung Internasional dan Penggerak PAD

Selain itu, nampak semarak pula dengan giatnya sebagian ummat melakukan i’tikaf di masjid, musholla dan surau; dan yang lebih istimewa lagi adalah dinanti-nantikannya suatu malam mulia yang nilai pahalanya lebih baik dari 1000 bulan (lebih besar dari 83 tahun 4 bulan), yaitu malam lailatul qadr;

Kembali kearti dan makna marhaban, dapat disebutkan sebagai keluasan nikmat, kelapangan dada dengan penuh rasa sukacita, dan berhati ichlas menyambutnya;

Dalam pemaknaan ini boleh dikata bahwa kita hendaknya menyambut bulan ramadhan dengan sukacita, penuh rasa kegembiraan dan kebahagiaan, karena yang datangpun sudah sangat siap untuk bersua, pasti tahu bahwa banyak yang menantikannya, juga begitu banyak amalan dan pahala yang telah disiapkan;

Baca Juga  Janji Manis, Obyeknya PPPK Sampai Pensiun. Apa itu P3K ?

Olehnya itu, pertemuan diantara keduanya akan lebih asyik, lebih nikmat, dan lebih lapang, seolah akan menyajikan kesempatan yang tak terbatas untuk setiap insan yang beriman dalam memperbanyak amalan-amalan kebaikan;

Dengan banyaknya amalan kebaikan seperti yang diuraikan di atas, maka diharapkan akan dapat membakar dan menghanguskan dosa-dosa manusia yang diperbuat baik sengaja dengan sadar, maupun masih abu-abu (diragukan), bahkan yang tidak disengaja sekalipun akan dapat melelehkan seluruh amal keburukan dimaksud, sehingga dalam pertempuran dengan syaitan Insya Allah akan dapat terkalahkan dan kita pastikan menang, bukankah syaitan itu akan terbelenggu dibulan ramadhan? Kunci belenggu ada sama diri pribadi masing-masing;

Sabda Nabi Muhammad SAW ketika akan memasuki bulan suci ramadhan menggambarkan kepada para sahabat, bahwa “kedahsyatan perang badr (yang belum lama berakhir), masih ada lagi perang yang jauh lebih dahsyat, yaitu perang melawan hawa nafsu, melalui puasa atau shaum”;

Jadi perang melawan hawa nafsu dan pertempuran melawan syaitan akan beririsan pula dengan kesempatan yang luas untuk melaksanakan berbagai amaliah ibadah dibulan ramadhan;

Baca Juga  Kisah sang Pejuang Korpri. Di Hadapan Waktu yang Setia

Prasyarat dari itu semua adalah kesiapan iman (imanan) yang tulus ikhlas bagi setiap insan yang berpuasa, sebagai bentuk keyakinan akan perintah-Nya, dengan berharap pahala ihtisab (wahtisaban), maka akan diampuni segala dosa-dosanya yang lalu (HR Bukhari);

Selain dosa terampuni, pintu do’apun tetap terbuka luas untuk setiap hambaNya yang bermohon selama 24 jam nonstop, siang berdo’a, berpuasa, berzikir, mengaji, dan seterusnya; dan malampun tetap berdo’a, tarawih, qiyamullail, tadarrus, dan seterusnya;

Sungguh padat jadual ibadah yang diprogramkan selama sebulan penuh, hal ini dimungkinkan jika kita telah memahami keistimewaan, keutamaan, kemuliaan, keagungan, dan keberkahan ramadhan;

Semoga kita semua tetap fit, sehat jasmani dan rohani, siap fisik dan mental, yang senantiasa dipenuhi rasa bahagia, senang, gembira, ceria menyambut tamu agung yang namanya Ramadhan

Marhaban ya ramadhan
Ahlan wasahlan
Welcome ya ramadhan
Selamat datang ya ramadhan.

Makassar, Februari 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *