Catatan Jajat Munadjat
Pada hari Selasa tanggal 10 Februari 2026 sempat menghadiri acara Pengukuhan empat Profesor Unhas, tiga guru besar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan seorang guru besar dari Fakultas Keperawatan; Satu diantaranya adalah Prof Dr Madris SE MSi, beliaulah yang memberikan undangan Senat Akademik kepada saya untuk bisa mebersamai dalam acara tersebut, sempat membisikkan bahwa berhubung kapasitas ruangan terbatas maka undanganpun dibatasi hanya 30 undangan setiap profesor yakni untuk keluarga, kerabat, sahabat, dan teman seprofesi, sehingga hanya seorang sahabat atau teman SMA yang mewakili, yakni mantan Ketua Kelas sekaligus Ketua OSIS pada masanya, ujarnya sembari senyum sumringah dengan wajah berseri penuh kebahagiaan, sayapun menyelanya dengan ucapan terima kasih dan selamat atas kesuksesan yang telah diraih, semoga ilmunya bermanfaat dan berkah;
By The Way (BTW), rapat Senat Akademik dipimpin oleh Ketua Senat Akademik Prof drg Baharuddin Thalib MKes SpPros (K), dihadiri pula para petinggi Unhas antara lain Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Prof Dr Andi Alimuddin Unde MSi, Rektor Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc, Ketua Dewan Profesor Prof Dr Andi Pangeran Moenta SH MH DFM, dan para guru besar dan maha guru lainnya, serta sejumlah undangan yang memenuhi ruangan hingga meluber keluar dikoridor yang difasilitasi kursi lengkap dengan layar monitor;
Keempat profesor yang dikukuhkan, masing-masing menyampaikan orasi ilmiahnya sesuai observasi, riset dan hasil penelitian, sebagai berikut:
Prof Dr Agussalim SE MSi mengutarakan tentang “Kemiskinan, Apakah Kutukan Alam atau Buatan Manusia”, bahwa kemiskinan adalah suatu masalah kompleks dengan dimensi yang luas dan mencakup sejumlah variabel yang mempengaruhinya, karena itu penanganannyapun harus dilakukan secara komprehensif, sistemik, holistik, kolaboratif, dan tentu sustainable;
Bahwa dalam perspektif kebijakan dan perencanaan diperlukan: penguatan paradigma pembangunan, kemudian mengubah cara pandang dan pola penanganan, serta memperkuat akses, kelembagaan, dan tata kelola;
Selanjutnya, Prof Dr Madris SE MSi memaparkan tentang “Integrasi Pasar Output, Tenaga Kerja, dan Pengembangan Mutu dalam Mereduksi Angka Pengangguran”, bahwa dalam perspektif kebijakan ketenagakerjaan, khususnya dalam mengatasi masalah pengangguran, hal yang penting diperhatikan adalah bagaimana merestrukturisasi dan mereintegrasi ketiga pasar dimaksud dalam mereduksi tingkat pengangguran;
Sebagai gambaran bahwa kelompok penduduk usia 15-18 tahun perlu dibekali skill atau keterampilan agar lebih siap masuk pasar kerja, sementara penduduk usia produktif 15-64 tahun dapat difasilitasi dengan perencanaan pengembangan mutu human capital yang berbasis permintaan dipasar output;
Berikutnya Prof Dr Muhammad Ismail SE MSi menyampaikan fenomena pemasaran terkini berjudul “Fomo sebagai Paradigma Baru dalam Perilaku Konsumen Gen Z: Kontribusi Teoritis terhadap Keputusan Pembeli dan Loyalitas”, dapat dipahami bahwa FOMO (Fear of Missing Out) merupakan fenomena psikologis yang marak saat ini khususnya dikalangan anak muda Gen Z, yang dapat digambarkan sebagai rasa cemas atau takut atau terlewatkan setiap momen, pengalaman, aktivitas termasuk kehadiran produk terbaru yang lagi trend dan populer;
Fenomena ini bila dilihat dari POV (Point of View) marketing dapat menjadi variabel yang sangat dipengaruhi oleh komunitas sosial digital;
Dari berbagai riset dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa Fomo mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap percepatan keputusan pembelian; Dalam area ini Fomo terbukti berperan sebagai penghubung psikologis antara keterlibatan media sosial, promosi digital dan niat atau keinginan pembeli atau konsumen;
Terakhir Prof Rini Rachmawaty SKep Ns MN PhD dalam orasi ilmiahnya berjudul “Integreted Clinical Pathways dan ICare System sebagai Strategi Manajemen Keperawatan dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan di Indonesia”, bahwa manajemen keperawatan merupakan faktor yang sangat penting dalam proses koordinasi dan integrasi sumberdaya keperawatan agar mampu memberikan pelayanan yang maksimal dan berkualitas kepada pasien;
Untuk itu, ada dua instrumen yang dapat mendukung, yaitu: Pertama Integreted Clinical Pathways (IPC) yang dapat menerjemahkan rekomendasi pedoman praktek klinis kedalam proses perawatan, sehingga dapat memaksimalkan keselamatan pasien dan untuk efisiensi klinis; Kedua adalah iCare System, sebuah aplikasi ICP berbasis daring agar memudahkan dokumentasi, pemantauan kepatuhan, dan evaluasi luaran klinis yang integreted;
Itulah secercah ilmu secara garis besar yang dapat dipahami dari empat guru besar yang baru dikukuhkan sebagai profesor dan teregistrasi sebagai anggota dewan profesor dengan nomor anggota: 613, 614, 615, dan 616; Keempatnya telah memaparkan orasi ilmiahnya dengan tema yang berbeda, dan nampaknya terlihat saling berkaitan, yakni tentang kemiskinan, pengangguran dan ketenagakerjaan, kemampuan daya beli konsumen, dan efektifnya manajemen keperawatan yang memungkinkan para pasien segera pulih, sembuh, dan beraktifitas kembali sebagai pekerja yang produktif;
Semoga ilmunya para ilmuwan berberkah dan bermanfaat untuk semuanya terkhusus untuk negara, bangsa, dan masyarakat Indonesia;
Makassar Februari 2026
Jajat MM













