Opini  

Mengenang Setahun Wafatnya Bapak Komjen Polisi (Purn.) DR.(HC) Drs. H. Syafruddin Kambo, M.Si

Catatan Jajat MM:

PERSAHABATAN NAN ABADI DAN PENGABDIAN TIADA AKHIR

Kalau kita membaca buku berjudul “Pak Syaf, Empat Wajah Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Syafruddin” yang editornya adalah M. Arief Rosyid Hasan dkk dengan Penerbit Buku Kompas Tahun 2019, tergambarlah sosok beliau yang sukses mengemban tugas sebagai abdi bhayangkara sejati, hingga menjadi Wakapolri dengan menyandang di pundak tiga bintang yang berbinar, kemudian berhasil memimpin kontingen Indonesia sebagai Chef de Mission di Asian Games 2018, lalu amanah dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), dan sungguh penuh pengabdian tanpa pamrih sebagai Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) mendampingi Bapak H. M. Jusuf Kalla sebagai Ketua DMI;

Namun kali ini penulis ingin mementaskan dua sisi kehidupan beliau yang mungkin belum ternarasikan dalam tulisan, yakni pertama bagaimana membangun jejaring hingga melahirkan link, kolega, pertemanan, mitra, dan persahabatan yang akrab, erat, merekat nan abadi, dan yang kedua adalah sungguh pengabdiannya tak mengenal purna, pensiun, apalagi selesai, tetapi malah lebih intens, cakupannya mengglobal dan mendunia, khususnya pengabdiannya untuk kemaslahatan dan kemajuan ummat muslim Indonesia di kancah perkembangan Islam internasional yang wasatan atau beraliran moderat;

Jejaring itu dibangun sejak masih remaja dan pemuda sewaktu beliau masih SMP, SMA, dan taruna Akabri Kepolisian, terus bekembang dan meluas ketika aktif sebagai abdi bhayangkara, mulai teman seangkatan, senior dan yunior, melebar ke mitra antar negara, para politisi muda dan beberapa tokoh politik lainnya, juga pengusaha muda dan sejumlah konglomerat, dan yang lainnya seperti para ulama dan tokoh pesantren, ilmuwan dan akademisi, para jurnalis dan content creator muda sekalipun, hingga pelakor profesi lainnya, kesemuanya itu dirajut sehingga terjalin perkenalan, pertemanan, dan persahabatan yang terseleksi secara alamiah seiring dengan berjalannya waktu;

Baca Juga  Secercah Ilmu dari Empat Guru Besar Unhas

Dari sejumlah teman remaja terfilterisasi menjadi persahabatan yang abadi hingga akhir hayat, ini terjalin hingga setengah abad tepatnya dimulai 52 tahun yang lalu, demikian halnya teman-teman taruna Akabri (sekarang Akpol) banyak yang langgeng dari 44 tahun yang lalu hingga tutup usia, antara lain beberapa Jenderal bintang empat yang jadi Kapolri ada yang senior dan ada pula yang yunior, para jenderal bintang tiga yang selevel atau yang dibawahnya, semuanya terjaga dan komunikasi tetap berjalan tak henti;

Suatu ketika, kami sebagai teman SMP-SMA diceritakan bahwa begitu besar manfaat membangun jejaring, link, pertemanan dan persahabatan, misalnya saat beliau ingin visit secara pribadi kesuatu negara tertentu yang kedua negara antara Indonesia dan negara dimaksud tidak ada hubungan diplomatik, maka beliau menyampaikan kepada teman, relasi, sahabat secara personal antara beliau dengan petinggi pengamanan negara yang dituju, tentu masing-masing berpangkat jenderalah; Singkat cerita mitra dimaksud menjamin pengamanan dan keamanan selama berkunjung, tentu tidaklah formal dan pastinya tertutup tentunya; Mulai dari keberangkatan, selama di negara tujuan, sampai kembali ke Indonesia, semuanya terpantau, termonitor tanpa jeda, terjaga, dan dalam pengamanan yang sempurna, teringatlah penulis dalam beberapa film detektif, action dan laga yang terkemas dalam penggunaan software tercanggih “God Eyes”, yang benar-benar terpantau secara sempurna semua pergerakan, perpindahan, perjalanan, dan aktifitas terhadap sasaran dan target pihak lawan, bedanya adalah kisah ini dalam rangka pengamanan terhadap teman, kawan, dan sahabat;

Baca Juga  Akun Facebook "Santi Mo" Akan Dilaporkan Ke Polres Majene Atas Pencemaran Nama Baik, Pihak Kepolisian Diminta Tegas Jelang Pilkada 2024

Cerita lainnya suatu saat beliau bersama ibundanya melaksanakan haji dan umroh, sungguh diluar dugaan telah mendapatkan fasilitas yang Very Very Important Person (VVIP) dari pihak kerajaan Arab Saudi, rupanya ada peran relasi dan sahabatnya di Rabitah Alam Al Islamy di Riyadh mengontak istana raja agar Jenderal Syaf bersama keluarganya kiranya diberikan pelayanan istimewa (kisahnya sudah penulis torehkan dalam artikel In Memoriam almh Hj Lu’luiyah, yakni sang ibundanya tercinta);

Tentang pengabdian beliau sungguh luar biasa sebagaimana diawal tulisan sudah disebutkan bahwa ya sebagai abdi negara yang amanah, abdi bhayangkara sejati, berhasil dan sukses memimpin kontingen Indonesia di perhelatan olah raga Asian Games, dan pengabdianya yang tulus di Dewan Masjid Indonesia; Bila ditambah deretan pengabdian yang tak mengenal henti, terus berjalan hingga akhir hayatnya seperti kiprahnya di Rabitah Alam Al Islamy atau Organisasi Komprensi Islam (OKI) Internasional, juga sebagai Wakil Presiden Dewan Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia, demikian halnya kancah pengabdiannya di Yayasan yang beliau pimpin ASFA Foundation;

Baca Juga  Menghitung Hari Jelang: Marhaban Ya Ramadhan

Di ASFA Foundation banyak berkontribusi terhadap kemajuan ummat, tidak hanya di dalam negeri tapi juga menjangkau ke dunia internasional, misalnya kerjasama dengan sejumlah Perguruan Tinggi dibeberapa negara Timur Tengah, Asia, dan Afrika untuk menerima mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan, dan telah mendapatkan beasiswa dari ASFA Foundation atau dana mahasiswa yang bersangkutan; Selain itu juga adanya program bantuan sosial dan kesehatan, penyaluran zakat, infak, sadakah (seperti program kampung zakat yang dibina bersama dengan Kemenag RI), demikian juga bantuan ke luar negeri seperti di Gaza Palestina, bencana alam gempa di Turkiye, dan sebagainya;

Termasuk pula di bidang research dan education yang melibatkan sejumlah pondok pesantren, lembaga pendidikan atau Perguruan Tinggi dalam negeri dan luar negeri, telah diinisiasi, ada MOU (Memorendum of Understanding), dimonitor, dievaluasi, dan kadang beliau hadir bersama teamnya, makanya sering berkunkung keberbagai daerah juga visit ke luar negeri;

Itulah sisi lain dari performance beliau yang memiliki link atau jejaring yang luas, dan kiprah beliau yang tak kenal purna walaupun sudah purnawirawan, tak ada kata berhenti berbakti meskipun telah purna bhakti, semoga semua amalan kebaikan beliau menjadi ladang amal jariah;

Do’a kami senantiasa panjatkan untuk almarhum pak Jenderal Syaf, tenang dan bahagialah di alam barzah, terangilah istana kuburnya Ya Rabb, curahkanlah syafa’at dan rakhmat-Mu Ya Allah Rabbul’alamin;

Makassar, 20 Februari 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *