Dokter sampaikan pada keluarga pasien, harus puasa pada malam Jum’at dan besok pagi dioperasi sekitar jam 11 pada siang hari.
Saat hendak dioperasi, Arm merasakan sepertinya tidak ada lagi penyakitnya, maka mereka tidak jadi dioperasi pada saat itu.

Pasien kembali ke rumahnya seperti biasa tidak lagi merasakan penyakit seperti yang dialami dan mereka sempat beraktifitas selam lima bulan lamanya.
Setelah itu, pasien kembali kambuh penyakitnya. Malah tamba parah sehingga kembali ke Rumah Sakit Umum Majene.
Setelah kembali dirawat di RSU Majene dan ditangani oleh dokter Penyakit dalam, dokter sarankan kepada pasien supaya puasa pada malam Rabu besok pagi di Operasi pada jam 12 siang.
“Alhamdulillah hasil operasi sukses, tetapi sangat mengherankan, karena batu ginjal yang dieksekusi Dokter ahli dalam, sepertinya bukan batu ginjal,” ungkapnya.
Dan pada saat diserahkan batu hasil operasi ke keluarga pasien, pihak mantri sampaikan kepada istri pasien, seandainya batu ini warna hijau, atau warna merah, kita bisa bagi bagi untuk buat batu cincin.
Sekadar diketahui, batu ginjalnya hasil operasi cukup keras seperti batu di sungai dan sempat juga dipukul dengan palu, terapi tidak rusak dan tidak hancur.
Suardi Atjo Pn Pandi












