MAMUJU- Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, Putri Anindy, menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Public Private Mix (PPM) TBC Tingkat Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan di Hotel Matos Mamuju, 26–28 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Putri Anindy menyampaikan materi terkait penguatan pengawasan perizinan klinik dan praktik mandiri untuk mendukung pelayanan Tuberkulosis (TBC). Ia mengatakan, penguatan peran fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, menjadi bagian penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan TBC yang berkualitas.
Putri Anindy menekankan pentingnya keterlibatan klinik dan praktik mandiri dalam jejaring penanggulangan TBC. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan dapat berperan dalam menemukan terduga TBC, memberikan pelayanan sesuai standar, melakukan rujukan apabila diperlukan serta memastikan pencatatan dan pelaporan kasus berjalan dengan baik.
Pertemuan Monitoring dan Evaluasi PPM TBC menjadi ruang koordinasi untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pelaksanaan jejaring pelayanan TBC, sekaligus menyusun strategi peningkatan keterlibatan fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta di Sulawesi Barat.
Melalui kolaborasi yang semakin kuat, DKPPKB Sulawesi Barat berharap upaya penemuan dan penanganan kasus TBC dapat terus ditingkatkan. Langkah ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam mewujudkan masyarakat yang semakin sehat dan memiliki akses pelayanan kesehatan yang berkualitas menuju Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.












